Ceramah Tarawih Malam Kelima HMS di Latuppa: Hikmah Ramadhan dalam Kehidupan Sosial

Opini384 Dilihat

Palopo – Suasana khusyuk menyelimuti pelaksanaan salat tarawih malam kelima Ramadhan 1447 Hijriah di Kelurahan Latuppa, Kecamatan Mungkajang, Minggu (22/02/2026). Pada kesempatan tersebut, Sahabat Hasnawir Madehang Sanatu (HMS) membawakan ceramah bertema “Hikmah Ramadhan dalam Kehidupan Sosial.”

Dalam tausiyahnya, HMS menekankan bahwa Ramadhan bukan hanya momentum peningkatan ibadah individual, tetapi juga sarana membangun kesalehan sosial di tengah masyarakat.

Ia mengawali dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Menurut HMS, tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Ketakwaan tersebut tidak hanya tercermin dalam hubungan vertikal kepada Allah SWT, tetapi juga dalam hubungan horizontal sesama manusia.

“Ramadhan mendidik kita untuk merasakan lapar dan dahaga. Di situlah empati sosial tumbuh. Orang yang berpuasa dengan benar akan lebih peka terhadap penderitaan fakir miskin,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia juga mengutip hadis Rasulullah SAW:

مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ
“Barang siapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam konteks sosial, HMS menjelaskan bahwa Ramadhan melatih umat Islam untuk memperkuat solidaritas, memperbanyak sedekah, mempererat silaturahmi, dan menjaga persatuan. Tradisi berbagi takjil, infak, serta zakat fitrah menjadi instrumen nyata dalam mengurangi kesenjangan sosial.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kualitas Ramadhan seseorang dapat diukur dari dampaknya setelah bulan suci berlalu. Jika selepas Ramadhan seseorang semakin peduli, jujur, dan ringan membantu sesama, maka itulah tanda keberhasilan ibadahnya.

“Jangan sampai Ramadhan hanya meninggalkan rasa lapar, tetapi tidak meninggalkan perubahan sikap sosial,” tegasnya.

Ceramah tersebut disambut antusias oleh jamaah yang memadati masjid. Warga Kelurahan Latuppa berharap momentum Ramadhan tahun ini mampu memperkuat ukhuwah dan membangun kehidupan sosial yang harmonis di Kecamatan Mungkajang.

Dengan tema yang relevan dan kontekstual, malam kelima Ramadhan menjadi pengingat bahwa ibadah puasa sejatinya membentuk pribadi bertakwa yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Komentar