Palopo -Pada malam keempat Ramadhan 1447 Hijriah, Sahabat Hasnawir Madehang Sanatu (HMS) kembali menyampaikan ceramah Tarawih dengan tema “Sabar dalam Ketaatan”, Sabtu (21/02/2026).
Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa Ramadhan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum melatih kesabaran dalam menjalankan perintah Allah SWT serta menjauhi segala bentuk larangan-Nya.
Ia mengawali ceramah dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 153)
Menurutnya, ayat tersebut menegaskan bahwa kesabaran dan shalat adalah kunci pertolongan Allah SWT. Ramadhan menjadi madrasah ruhaniyah untuk membentuk pribadi yang kokoh dalam ketaatan.
Ia menjelaskan bahwa sabar dalam ketaatan mencakup tiga hal:
- Sabar dalam menjalankan perintah Allah seperti puasa, shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah.
- Sabar dalam menjauhi maksiat meski godaan begitu besar.
- Sabar dalam menghadapi ujian kehidupan dengan tetap menjaga keimanan.
Sahabat HMS juga mengutip hadits Rasulullah SAW:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ
“Puasa adalah perisai.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits tersebut mengandung makna bahwa puasa menjadi benteng diri dari dosa dan api neraka, sekaligus sarana membentuk karakter sabar dan bertakwa.
Ia mengajak jamaah untuk tidak sekadar menjalani Ramadhan sebagai rutinitas tahunan, tetapi menjadikannya sebagai momentum transformasi spiritual. “Kesabaran dalam ketaatan akan melahirkan ketakwaan. Dan ketakwaan itulah tujuan utama dari ibadah puasa,” pesannya.
Sebagaimana firman Allah SWT:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Ceramah malam itu ditutup dengan doa agar seluruh umat Islam diberikan kekuatan untuk istiqamah dalam ibadah serta kesabaran dalam menjalankan ketaatan sepanjang bulan suci Ramadhan.











Komentar