Prabowo Pimpin Ratas Bahas Percepatan Kampung Nelayan Merah Putih dan Hilirisasi Perikanan

Daerah457 Dilihat

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.

Rapat tersebut membahas percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sekaligus penguatan ekosistem industri perikanan nasional melalui konsolidasi galangan kapal dan pengembangan hilirisasi.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih terus menunjukkan kemajuan signifikan.

Ia menjelaskan, pada tahap pertama pembangunan dilakukan di 65 titik.

“Ya, progres sudah 50 persen dari tahap 1. Dan mudah-mudahan bisa segera selesai di Februari,” ujar Trenggono kepada awak media.

Penguatan ekosistem sektor kelautan dan perikanan turut menjadi perhatian dalam rapat tersebut.

Kepala BP BUMN Dony Oskaria menjelaskan bahwa Kampung Nelayan akan menjadi bagian dari ekosistem yang dikelola melalui BUMN PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero).

“Ini kan masuk dalam ekosistem yang akan nanti dikelola melalui Jaladri. Jadi ini kan memang bagaimana kita mengoptimalkan potensi dari pada laut kita, sehingga Jaladri nanti akan fokus kepada pengembangan produktivitas di industri perikanan kita,” ujar Dony.

Menurutnya, pembangunan kampung nelayan tidak hanya berhenti pada aspek fisik, tetapi juga harus dipersiapkan secara bisnis, termasuk memastikan offtake atau penyerapan hasil produksi.

Selain pembangunan kampung nelayan, rapat juga membahas penguatan industri galangan kapal sebagai strategi besar mendukung ekosistem perikanan nasional.

Dony menyampaikan apresiasi kepada KKP yang telah mendorong tumbuhnya industri galangan kapal dalam negeri.

“Dan berterima kasih tentunya karena industri ini tumbuh dari KKP, sehingga industri dari galangan-galangan kapal kita itu akan menjadi optimal kan. Ini sejalan dengan cara kita untuk melakukan konsolidasi dari pada galangan kapal kita. Ini bagus sekali kan,” ungkapnya.

Konsolidasi galangan kapal akan dilakukan di bawah PT PAL sebagai bagian dari penguatan kapasitas nasional. Proses ini ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

Dony menilai, langkah tersebut akan membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi lulusan teknik perkapalan dan sektor terkait.

Lebih lanjut, Dony menegaskan bahwa Jaladri tidak hanya akan fokus pada sektor hulu, tetapi juga mengembangkan industri hilir perikanan secara masif.

“Kemudian juga Jaladri nanti tidak hanya akan mengembangkan di sisi hulunya, tetapi juga hilirnya. Jadi nanti industri turunan dari pada perikanan kita itu juga akan kita kembangkan secara masif. Nah ini pertumbuhan pembukaan lapangan pekerjaannya itu akan sangat masif ke depannya,” ucapnya.

Dony menekankan bahwa kebijakan percepatan kampung nelayan, konsolidasi galangan kapal, dan hilirisasi perikanan merupakan bagian dari perubahan orientasi ekonomi nasional yang lebih mendasar.

Ia menggarisbawahi pentingnya membangun ekonomi berbasis kekuatan domestik.

“Sehingga nanti harapannya semakin banyak tenaga kerja yang bisa kita kembangkan dan basis ekonomi kita juga kembali kepada kekuatan kita sendiri. Kita punya laut, kita punya pangan, ya kan. Nah inilah supaya ini juga disampaikan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Komentar