F-35 AS Terhenti Gara-Gara Magnet China, Pentagon Hadapi Dilema Ketergantungan Teknologi

Internasional449 Dilihat

Washington – Cerpen – Panggung militer global kembali diwarnai ironi tajam. Jet tempur siluman tercanggih milik Amerika Serikat, F-35 Lightning II, dilaporkan mengalami hambatan produksi bukan karena kegagalan teknologi kompleks, melainkan akibat komponen kecil bernama magnet Samarium-Kobalt (SmCo) yang berasal dari China.

Komponen tersebut memegang peran vital dalam sistem pesawat, mulai dari mesin, radar, hingga kendali persenjataan. Tanpa magnet ini, F-35 tak lebih dari rangka logam tanpa fungsi operasional maksimal.

Situasi ini menjadi sorotan karena bertentangan dengan regulasi ketat militer AS, khususnya aturan Defense Federal Acquisition Regulation Supplement (DFARS), yang melarang penggunaan komponen dari negara rival seperti China.

Sumber masalahnya bukan pada kualitas. Secara teknis, magnet produksi China justru dinilai bekerja optimal bahkan dalam kondisi ekstrem hingga suhu 700°C. Namun, ketergantungan ini memicu kekhawatiran serius di tubuh Pentagon.

Analis pertahanan Ryan McBeth menjelaskan bahwa upaya Amerika Serikat untuk beralih ke pemasok lokal atau sekutu justru menghadapi kendala besar. Produksi terbatas, biaya tinggi, dan minimnya skala ekonomi membuat alternatif tersebut tidak realistis dalam waktu dekat.

“Ini bukan sekadar persoalan industri, tapi realitas rantai pasok global. China menguasai sekitar 99 persen pemrosesan logam tanah jarang, termasuk bahan baku magnet ini,” ungkapnya.

Akibatnya, Pentagon kini dihadapkan pada pilihan sulit. Jika mengikuti aturan, produksi F-35 bisa terhenti dan berdampak pada kesiapan militer. Namun jika melanggar, mereka harus mengeluarkan pengecualian khusus (waiver) agar komponen tersebut tetap digunakan.

Fenomena ini memperlihatkan paradoks dalam geopolitik modern: teknologi militer paling canggih di dunia ternyata masih bergantung pada rantai pasok global, termasuk dari negara yang justru diposisikan sebagai rival strategis.

Hingga kini, persoalan tersebut masih menjadi bahan evaluasi serius di Washington. Sementara itu, produksi F-35 berada dalam bayang-bayang ketidakpastian akibat ketergantungan pada komponen kecil yang berdampak besar.

Informasi ini turut ramai diperbincangkan di media sosial, salah satunya melalui unggahan akun TikTok “Just for fan” yang mengangkat isu tersebut dengan gaya naratif yang menarik perhatian publik.

Komentar