Bolehkah Minum Obat Saat Jantung Berdebar? Simak Penjelasannya Berikut Ini

Nasional17 Dilihat

NUSA-ANTARA.CO.ID – Jantung berdebar adalah kondisi yang sering kali membuat seseorang merasa cemas dan khawatir. Sensasi ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan mungkin disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari stres hingga kondisi medis yang lebih serius. Pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah aman minum obat saat mengalami jantung berdebar? Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai hal ini.

Apa Itu Jantung Berdebar?

Jantung berdebar, atau dalam istilah medis dikenal sebagai palpitasi, adalah kondisi di mana seseorang merasakan denyut jantungnya lebih cepat, lebih kuat, atau tidak teratur. Ini bisa dirasakan di dada, tenggorokan, atau leher. Jantung berdebar bisa terjadi karena berbagai alasan, termasuk:

  • Stres dan Kecemasan: Emosi yang kuat dapat memicu peningkatan detak jantung.
  • Olahraga: Aktivitas fisik yang intens dapat menyebabkan peningkatan sementara dalam detak jantung.
  • Kafein dan Nikotin: Konsumsi berlebihan dari zat-zat ini dapat merangsang jantung.
  • Kondisi Medis: Penyakit jantung, gangguan tiroid, anemia, dan dehidrasi dapat menyebabkan jantung berdebar.

Jenis Obat yang Bisa Mempengaruhi Jantung

Tidak semua obat aman untuk dikonsumsi saat mengalami jantung berdebar. Beberapa obat bahkan dapat memperburuk kondisi ini. Berikut adalah beberapa jenis obat yang harus diperhatikan:

1. Obat Dekongestan

Dekongestan yang sering ditemukan dalam obat flu dan pilek bisa mengandung bahan aktif seperti pseudoefedrin atau fenilefrin yang dapat meningkatkan detak jantung. Sebaiknya hindari obat-obatan ini jika Anda rentan terhadap jantung berdebar.

2. Obat Kafein

Beberapa obat penghilang rasa sakit dan suplemen diet mengandung kafein. Kafein adalah stimulan yang dapat mempercepat detak jantung dan menyebabkan palpitasi.

3. Obat untuk Asma

Bronkodilator, seperti albuterol, digunakan untuk mengobati asma dan kondisi paru-paru lainnya, tetapi dapat menyebabkan detak jantung menjadi lebih cepat.

4. Obat Tiroid

Obat untuk hipotiroidisme seperti levothyroxine, jika dosisnya tidak tepat, dapat menyebabkan jantung berdebar.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Jantung Berdebar?

Jika Anda mengalami jantung berdebar, penting untuk tetap tenang dan mengikuti langkah-langkah berikut ini untuk Anda yang ingin mengatasi jantung berdebar karena obat:

1. Evaluasi Penyebabnya

Periksa apakah ada pemicu yang jelas seperti stres, konsumsi kafein, atau aktivitas fisik yang berlebihan. Mengetahui penyebabnya dapat membantu Anda mengambil langkah yang tepat.

2. Hindari Stimulan

Hindari konsumsi kafein, nikotin, dan obat-obatan yang mengandung stimulan.

3. Relaksasi

Lakukan teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau yoga untuk menenangkan diri.

4. Konsultasi dengan Dokter

Jika jantung berdebar sering terjadi atau disertai dengan gejala lain seperti nyeri dada, sesak napas, atau pingsan, segera konsultasikan dengan dokter. Ini bisa menjadi tanda kondisi medis yang lebih serius.

Kapan Sebaiknya Minum Obat?

Minum obat saat mengalami jantung berdebar harus dilakukan dengan hati-hati. Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan sebelum mengonsumsi obat apa pun, terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung atau kondisi medis lainnya. Berikut adalah beberapa panduan umum:

1. Obat Resep

Jika dokter meresepkan obat tertentu untuk kondisi medis Anda, pastikan untuk mengikuti petunjuk dengan benar. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa konsultasi dengan dokter.

2. Obat Bebas

Sebaiknya hindari obat bebas yang dapat mempengaruhi detak jantung, seperti dekongestan dan suplemen yang mengandung kafein. Pilih alternatif yang lebih aman setelah berkonsultasi dengan apoteker atau dokter.

3. Herbal dan Suplemen

Beberapa herbal dan suplemen juga dapat mempengaruhi jantung. Contohnya adalah ginseng, yang dapat meningkatkan detak jantung. Selalu konsultasikan penggunaan herbal atau suplemen dengan dokter.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Anda harus segera mencari pertolongan medis jika jantung berdebar disertai dengan gejala berikut:

  • Nyeri atau tekanan di dada
  • Sesak napas
  • Pingsan atau hampir pingsan
  • Keringat dingin
  • Nyeri rahang, leher, atau lengan

Gejala-gejala ini dapat menunjukkan masalah jantung yang serius seperti serangan jantung atau aritmia yang memerlukan penanganan medis segera.

Kesimpulan

Mengalami jantung berdebar dapat menjadi pengalaman yang menakutkan, tetapi dengan memahami penyebab dan bagaimana mengelolanya, Anda dapat mengurangi kecemasan yang terkait. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum minum obat saat jantung berdebar, terutama jika Anda memiliki kondisi medis yang mendasarinya. (*/dirman)

Referensi : https://obatjantungstroke.com/cara-mengatasi-jantung-berdebar-karena-obat/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *