IPMAL Cabang IAIN Palopo Gelar NOBAR dan Bedah Film Dokumenter ‘SEXY KILLERS’.

Pendidikan19 Dilihat

Ikatan Pemuda Mahasiswa Luwu (IPMAL) Cabang IAIN Palopo menggelar nonton bareng (Nobar) dan bedah film dokumenter Sexy Killers, Sabtu malam (01/06/2024). Acara ini digelar di Asrama ikatan Pemuda Mahasiswa Luwu (Jl. Imam Bonjol. Samping Rs. bintang Laut) dan menghadirkan beberapa Narasumber , Deni Rahman, Rasida Hamza, S.Ag dan Ishak Afero, S.H

Sexy Killers adalah film dokumenter yang di sutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono dan Ucok Suparta yang berkisah tentang hancurnya lahan masyarakat karena pengaruh investasi batu bara dan hubungannya dengan politik Indonesia. Film berdurasi 90 menit tersebut menjadi penutup dari serial dokumenter 12 bagian Ekspedisi Indonesia biru yang sangat menarik, karena merangkum semua krisis ekologi di banyak titik di Indonesia, Sekaligus banyak aspek, khususnya di sektor SDA yang jarang menjadi perbincangan.

Usai film selesai di putar, dilanjutkan dengan diskusi. “Film ini cukup menggugah kesadaran soal dampak dari perusahaan pertambangan terhadap keberlangsungan hidup serta memprovokasi fikiran agar lebih kritis dan selektif untuk memilah calon pemimpin negara atas relasi dan posisinya pada beberapa perusahaan tambang yang dengan rakus menhisap sumber daya alam di indonesia atas nama kemajuan negara.” ungkap Deni Rahman

Ishak Afero, S.H mengatakan bahwa “ framework dasar hukum lingkungan yang diperkenalkan Cristopher D stone memahamkan kita bahwa pentingannya menjaga lingkungan. Dasar hukum ini menghasilkan tata cara bagaimana Perusahaan dalam mengelola lingkungan seperti yang ditulis Archie Carrols ” To be socially responsible a business must meet economic, legal, ethical, and philanthropic expectations given by society at a given point in time”

“Dan yang terakhir adalah etika lingkungan seperti yang di perkenalkan para pemikir ecofeminism bahwa lingkungan punya hak kesejahteraannya sendiri dan harus dihargai sebagai kesetaraan agar manusia tidak memperlakukan lingkungan untuk menggapai wants nya” Tambahnya lagi

Sementara itu, Rasida Hamzah, S.Ag, menyebut “Setelah menonton film ini Tentunya Sudut pandang kita berbeda akan tetapi saya lebih fokus kepada dampak yang terjadi kepada masyarakat yang hidup berdampingan langsung dengan tambang, mereka Krisis kesehatan dikarenakan udara yang mereka hirup mengandung racun yang mengantarkan mereka kepada kematian, dan juga ketidakseimbangan perekonomian dimana lahan yang mereka tempati menyambung hidup harus mereka bebaskan kepada pemerintah dikarenakan tuntutan paksa dari pemerintah setempat, banyak hal-hal yang kita jadikan bahan renungan, seperti investor yang turut andil dalam pemerintahan di negara ini, sederhananya kita punya aset di pertambangan kita punya peluang untuk memimpin negara ini. Dan yang paling penting adalah masyarakat yang hidup di lingkaran Tambang ketika di lihat dari struktural angka pendapatan bisa di bilang di bawah rata-rata jadi hadirnya tambang bukan untuk kesejahteraan rakyat akan tetapi menjadi sumber kemiskinan”

Saipullah selaku ketua Umum IPMAL Cabang IAIN Palopo “terima kasih kepada seluruh kader IPMAL terkhususnya Tim kepanitian yang telah sukses menggelar kegiatan ini” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *