Luwu – Bupati Luwu, Patahuddin menghadiri High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang dirangkaikan dengan launching penyerahan SPPT PBB-P2 Tahun 2026 serta penyerahan reward penerimaan PBB-P2, Kamis (23/4/2026), di Aula Andi Kambo, Kompleks Perkantoran Bupati Luwu.
Dalam laporannya, Kepala Badan Pendapatan Daerah, Sofyan Thamrin menyampaikan bahwa potensi pajak daerah Kabupaten Luwu masih sangat besar dan belum tergarap secara optimal. Dari total wilayah sekitar 297 ribu hektar, sebagian besar merupakan kawasan hutan yang menjadi kewenangan pajak pusat. Sementara itu, dari kawasan budidaya yang menjadi objek pajak daerah, baru sekitar 73 ribu hektar atau 38 persen yang terdaftar dalam PBB-P2. Artinya, masih terdapat sekitar 61 persen potensi lahan yang belum terdata sebagai objek pajak.
Dengan capaian nilai saat ini sekitar Rp14,6 miliar tanpa intensifikasi, Pemerintah Kabupaten Luwu mendorong strategi ekstensifikasi, yaitu menambah objek pajak baru tanpa harus menaikkan beban pajak masyarakat. Langkah ini dinilai sebagai solusi untuk mengoptimalkan potensi daerah sekaligus menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika penyesuaian kebijakan sebelumnya.
Dalam sambutannya, Bupati Luwu menegaskan bahwa kekuatan daerah sesungguhnya terletak pada kerja keras masyarakat, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga pembangunan di desa-desa.
“Masih banyak potensi yang belum kita sentuh. Setiap tanah yang tidak terdata bukan hanya kehilangan angka, tetapi juga kesempatan pembangunan yang tertunda,” ujarnya.
Bupati juga mengajak seluruh camat, lurah, dan kepala desa untuk aktif melakukan pendataan objek pajak di wilayah masing-masing.
Menurutnya, optimalisasi pendapatan daerah akan berdampak langsung pada peningkatan pembangunan, seperti perbaikan infrastruktur desa, fasilitas umum, serta pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, Pemkab Luwu terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran pajak melalui kanal perbankan dan QRIS agar lebih mudah, cepat, dan transparan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan pajak daerah.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu juga memberikan penghargaan kepada berbagai pihak atas kontribusi dalam realisasi penerimaan PBB-P2 dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bupati Luwu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian target PBB-P2 tahun sebelumnya. Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan sinergi dalam pengelolaan pajak daerah.
“Kita harus bergotong royong membangun daerah ini. Pajak yang kita kelola hari ini adalah untuk kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan,” tutupnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Luwu turut memberikan penghargaan kepada kecamatan, desa/kelurahan, kolektor, wajib pajak, perusahaan, OPD, dan mitra daerah atas kontribusi dalam pencapaian target PBB-P2 dan PAD.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Ketua DPRD, Ahmad Gazali, Penjabat Sekretaris Daerah, Muhammad Rudi, unsur Forkopimda serta para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu.











Komentar