Prabowo Dorong Sekolah Berasrama dan Digitalisasi Pendidikan dalam Forum Pendidikan Indonesia–Inggris

Internasional674 Dilihat

LONDON – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama keberhasilan suatu bangsa dalam menghadapi tantangan global abad ke-21. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat berbicara dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable bersama para perwakilan sejumlah universitas ternama Inggris, Selasa (20/1/2026), di Lancaster House, London.

Dalam forum internasional tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan keyakinannya bahwa kemajuan sebuah negara sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dimiliki.

“Saya yakin bahwa pendidikan adalah kunci keberhasilan suatu bangsa. Untuk menjadi bangsa yang sukses, kita harus memiliki pendidikan terbaik yang dapat dicapai. Itulah keyakinan saya,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menekankan bahwa abad ke-21 merupakan era ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga pendidikan harus ditempatkan sebagai instrumen paling strategis dalam mengatasi kemiskinan dan mewujudkan keadilan sosial. Menurutnya, pendidikan dan layanan kesehatan merupakan dua pilar utama yang saling berkaitan dalam membangun masyarakat yang adil dan setara.

“Untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan setara, instrumen tercepat adalah pendidikan dan layanan kesehatan, dan keduanya saling terkait. Karena untuk mewujudkan keduanya, kita membutuhkan sumber daya manusia terbaik,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga memaparkan berbagai kebijakan pendidikan nasional yang saat ini tengah dijalankan pemerintah. Salah satu program prioritas adalah pembangunan sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu sebagai langkah strategis memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

“Saya rasa ini satu-satunya cara untuk memutus apa yang saya sebut, dan yang saya dengar dari para ahli, sebagai lingkaran kemiskinan,” kata Presiden.

Hingga saat ini, pemerintah telah membangun dan mengoperasikan 166 sekolah berasrama di berbagai daerah. Selain itu, Presiden mengungkapkan rencana pengembangan sekolah berasrama khusus bagi peserta didik dengan prestasi akademik terbaik, serta pembangunan sekolah terpadu bagi kelompok masyarakat menengah.

“Mungkin mereka bukan yang berprestasi akademis terbaik, tetapi mereka tidak berasal dari keluarga yang sangat miskin. Jadi, inilah program yang saya rencanakan,” jelas Presiden Prabowo.

Tidak hanya fokus pada infrastruktur pendidikan, pemerintah juga tengah memperluas penerapan pengajaran digital jarak jauh ke seluruh sekolah di Indonesia. Presiden menilai pemanfaatan teknologi pendidikan sebagai solusi strategis untuk mengatasi ketimpangan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah terpencil.

“Semua sekolah di daerah terpencil akan memiliki akses ke guru-guru terbaik di semua mata pelajaran. Ini adalah cara bagi kita untuk melompat maju karena kita sebenarnya jauh tertinggal dalam standar pendidikan kita. Kami mengakui hal ini,” ungkapnya.

Menutup pemaparannya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus membuka ruang kolaborasi internasional, termasuk dengan universitas-universitas unggulan di Inggris. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan, riset, serta pengembangan sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.

Komentar