Pemkab Luwu dan PT Masmindo Serahkan Fasilitas Pengolahan Nilam ke Koperasi Desa Bonelemo

Daerah46 Dilihat

LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) melaksanakan serah terima fasilitas pengolahan nilam kepada Koperasi Produsen Hasil Tani Masyarakat di Desa Bonelemo, Kecamatan Bajo Barat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi pemerintah daerah dan perusahaan dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat lokal melalui penguatan usaha berbasis potensi wilayah.

Serah terima tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Rahimullah, Kepala Dinas PMD Kasmaruddin, Sekretaris Pokja Zulkarnaim, Camat Bajo Barat Imran Salang, perwakilan pemerintah desa, pengurus koperasi, serta masyarakat setempat.

Fasilitas ini menandai dimulainya pengelolaan usaha nilam secara langsung oleh koperasi masyarakat, setelah proses pembangunan dan persiapan dilakukan bertahap sejak 2023.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga menyiapkan ekosistem usaha yang menyertainya.

“MDA tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga menyiapkan pendampingan petani, penguatan koperasi sebagai pengelola, hingga penyiapan akses pasar agar usaha berjalan berkelanjutan dan memberi nilai tambah,” jelas Mustafa Ibrahim.

Fasilitas yang diserahkan meliputi gudang bahan baku, area penjemuran, serta unit ketel penyulingan untuk mendukung peningkatan kualitas dan nilai tambah hasil nilam masyarakat.

Pada Tahap I Program Pengembangan Nilam (2023–2025), MDA memfokuskan pada pembentukan dan penguatan koperasi yang kini telah memiliki legalitas dan dikelola oleh perwakilan masyarakat dari sejumlah desa sekitar wilayah program.

Pengurus koperasi juga mendapat pendampingan terkait pengelolaan organisasi, keuangan, dan perencanaan usaha agar siap menjadi pengelola utama fasilitas tersebut.

Di tingkat hulu, petani nilam dibekali pembelajaran melalui demplot serta penerapan Good Agricultural Practice (GAP) untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil. Sementara pada tahap hilir, hasil produksi telah memiliki pembeli dan akses pasar yang jelas.

Kepala Desa Bonelemo, Baso, menilai pendekatan program ini memberikan kejelasan bagi masyarakat karena dilakukan secara menyeluruh.

“Yang kami lihat, bukan hanya ada fasilitas yang dibangun, tetapi juga ada pengelolaan yang disiapkan. Petani dibina, koperasi diberi peran, dan hasil nilam memiliki jalur pengolahan dan pasar yang jelas,” ujar Baso.

Komentar