Palopo – Mantan Ketua BEM Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Dirga, melakukan silaturahmi dengan Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin Daud, dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wakil Wali Kota, baru-baru ini.
Dirga yang kini juga menjabat sebagai Koordinator DEMA PTKIN Wilayah Sulawesi sekaligus Ketua Rumah Digital Muslim Palopo, hadir membawa gagasan dan perspektif strategis terkait penguatan peran pemuda di tengah dinamika zaman yang terus berubah. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh diskusi konstruktif, dengan sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan.
Salah satu poin utama yang dibahas adalah kondisi generasi muda saat ini yang dihadapkan pada peluang besar sekaligus tantangan yang semakin kompleks, khususnya dalam menghadapi persaingan di dunia kerja dan globalisasi. Dirga menegaskan bahwa anak muda hari ini dituntut untuk memiliki kesiapan yang lebih matang, baik dari segi kompetensi, keterampilan, maupun mentalitas. Menurutnya, persaingan tidak hanya terjadi di tingkat lokal, tetapi juga secara nasional hingga internasional.
“Pemuda hari ini tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal, tetapi juga harus mampu mengembangkan soft skill, kreativitas, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman. Terlebih di era digital, kemampuan literasi teknologi menjadi kebutuhan utama,” ujarnya.
Selain itu, diskusi juga menyoroti pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi era digital yang terus berkembang pesat. Transformasi digital dinilai telah membuka banyak peluang baru, namun juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi mereka yang tidak mampu beradaptasi.
Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin Daud, dalam kesempatan tersebut turut membenarkan bahwa tantangan yang dihadapi pemuda saat ini memang semakin kompleks dan kompetitif. Ia menekankan bahwa kondisi tersebut harus dijawab dengan kesiapan yang matang dari generasi muda, khususnya dalam hal peningkatan kapasitas diri.
Ia juga menegaskan pentingnya keberanian dan kepercayaan diri bagi pemuda dan mahasiswa, terutama putra-putri lokal yang berasal dari Luwu Raya, untuk tampil dan bersaing di tingkat yang lebih luas.
“Pemuda, khususnya dari Luwu Raya, harus berani keluar dari zona nyaman dan menunjukkan kapasitasnya. Tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga harus memiliki kompetensi yang mumpuni agar mampu bersaing di dunia luar,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan kapasitas pemuda, termasuk melalui penguatan literasi digital, kewirausahaan, serta pembentukan karakter generasi muda yang tangguh.
Melalui kapasitasnya sebagai Koordinator DEMA PTKIN Wilayah Sulawesi dan Ketua Rumah Digital Muslim Palopo, Dirga juga mendorong adanya sinergi konkret antara organisasi kepemudaan, kampus, dan pemerintah daerah dalam menciptakan program-program yang relevan dengan kebutuhan zaman, khususnya dalam penguatan skill digital dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
Dirga berharap ini menjadi langkah awal untuk mempererat sinergi antara pemuda dan pemerintah daerah dalam menghadapi dinamika zaman, serta menciptakan generasi muda yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tengah derasnya arus perkembangan teknologi.







Komentar