Pemerintah Serahkan Rumah Subsidi untuk Guru, Simbol Keberpihakan Nyata pada Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Nasional3251 Dilihat

Cileungsi — Pemerintah kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan guru melalui program perumahan bersubsidi. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti serta Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, secara resmi menyerahkan kunci rumah subsidi kepada para guru di Perumahan Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Jawa Barat.

Penyerahan simbolis dilakukan Selasa (25/03/2025) kepada enam perwakilan guru penerima manfaat, dan dilakukan serentak secara nasional melalui akad massal di delapan lokasi: Banda Aceh, Medan, Bogor, Bangkalan, Pontianak, Makassar, Kupang, dan Jayapura.

Dalam sambutannya, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa penyediaan rumah subsidi ini merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan kesejahteraan guru menjadi prioritas nasional.

“Saya bertemu Pak Presiden sekitar 10 hari lalu dan menyampaikan rencana besar program rumah subsidi untuk guru. Masih banyak guru yang tergolong Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dan inilah bentuk keberpihakan pemerintah,” ujar Maruarar.

Ia juga menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari target nasional Program 3 Juta Rumah dan akan dilakukan secara masif dan berkelanjutan dengan kolaborasi lintas kementerian, lembaga, serta dukungan dari pemerintah daerah.

Program ini menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) melalui KPR subsidi yang memberikan keringanan bagi guru dalam memiliki rumah. Perumahan Pesona Kahuripan 10 sendiri menyediakan 1.504 unit rumah tipe 30/60 dari total 1.855 unit, lengkap dengan fasilitas umum seperti tempat ibadah dan taman bermain.

“Semua proses harus tepat sasaran dan kualitas bangunannya juga harus terjaga,” tambah Maruarar.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengapresiasi langkah cepat dan kolaboratif dari berbagai pihak yang memungkinkan realisasi program ini. Ia berharap rumah subsidi ini menjadi motivasi bagi guru untuk terus meningkatkan kinerja dan dedikasi dalam dunia pendidikan.

“Kami berterima kasih atas dukungan luar biasa dari Kementerian PKP, Seskab, dan semua pihak yang telah mendukung peningkatan kesejahteraan guru,” kata Abdul Mu’ti.

Ade Purwanto (45), guru Bahasa Indonesia di SMAN 8 Bekasi, merupakan salah satu guru yang menerima manfaat rumah subsidi tersebut. Ia merasa sangat terbantu karena tak lagi perlu mengontrak.

“Tempatnya strategis, bangunannya kokoh, fasilitasnya lengkap. Kami sangat terbantu dengan adanya program ini,” ungkapnya dengan haru.

Kementerian PKP bekerja sama dengan BPS dan Kemendikdasmen untuk menentukan data penerima program yang valid dan tepat sasaran. Rencananya, akan dibangun 20.000 unit rumah subsidi untuk guru di seluruh Indonesia.

Komentar