Palopo – Resimen Mahasiswa (MENWA) Satuan 712 UIN Palopo menggelar kegiatan bakti sosial dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan kampus, tepatnya di sekitar Masjid Alauddin UIN Palopo, pada Senin (16/2/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi MENWA dalam memperkuat nilai kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya menjelang bulan penuh berkah.
Komandan MENWA UIN Palopo Periode 2026, Muh Qoyyim Mubarak P, menegaskan bahwa bakti sosial ini bukan hanya sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan komitmen organisasi dalam mengamalkan nilai kemanusiaan.
“Kegiatan bakti sosial ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wujud nyata komitmen Resimen Mahasiswa dalam mengamalkan nilai-nilai kedisiplinan, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa MENWA hadir bukan hanya sebagai organisasi semi-militer di lingkungan kampus, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam membangun solidaritas sosial.
“Bagi kami, Menwa tidak hanya hadir sebagai organisasi semi-militer di lingkungan kampus, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam membangun solidaritas sosial dan memperkuat nilai kemanusiaan,” lanjutnya.
Menurutnya, Ramadan merupakan momentum pembinaan diri sekaligus kesempatan untuk berbagi kepada sesama.
“Ramadan adalah bulan tarbiyah, bulan pembinaan diri, dan bulan berbagi. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan semangat empati, mempererat ukhuwah, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambah Qoyyim.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif meski dimulai dari langkah kecil.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar, serta menjadi ladang amal bagi kita semua dalam menyambut bulan penuh berkah ini,” tutupnya.
Sementara itu, Pembina Resimen Mahasiswa Satuan 712 UIN Palopo, Dr. Arifuddin, S.Pd.I., M.Pd, turut mengapresiasi kegiatan bakti sosial yang digagas oleh para anggota MENWA.
“Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa MENWA bukan hanya kuat dalam kedisiplinan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Ini adalah bentuk pengabdian mahasiswa yang patut dicontoh,” ungkapnya.
Dr. Arifuddin menilai bahwa semangat berbagi menjelang Ramadan merupakan bagian penting dari pembinaan karakter mahasiswa, terutama dalam menanamkan nilai keikhlasan dan solidaritas.
“Bakti sosial ini adalah sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami arti pengabdian. Ramadan bukan hanya soal ibadah personal, tetapi juga momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama,” jelasnya.
Ia juga berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi budaya positif di lingkungan kampus.
“Saya berharap MENWA Satuan 712 UIN Palopo terus konsisten menghadirkan kegiatan-kegiatan sosial seperti ini. Ini bukan hanya membawa manfaat bagi masyarakat, tetapi juga membentuk mahasiswa yang berjiwa tangguh, humanis, dan berintegritas,” tambahnya.
Menurutnya, keberadaan MENWA di kampus harus mampu menjadi teladan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan sekaligus memperkuat ukhuwah dan kemanusiaan.
“Menwa harus menjadi contoh bahwa kedisiplinan dan jiwa nasionalisme dapat berjalan seiring dengan kepedulian sosial. Inilah wajah mahasiswa yang kita harapkan,” tutup Dr. Arifuddin.









Komentar