Menag Nasaruddin Umar Lepas Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama di Wonogiri, Indeks Kerukunan 2025 Tertinggi Sepanjang Sejarah

Daerah1369 Dilihat

Wonogiri – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, secara resmi melepas ribuan peserta Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama, yang digelar di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat persaudaraan dan harmoni sosial di tengah kemajemukan bangsa Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan bahwa kegiatan jalan sehat lintas iman tersebut merupakan refleksi nyata dari keindonesiaan yang sejati. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat Wonogiri yang berasal dari berbagai latar belakang agama dan etnis, yang hadir dan membaur tanpa sekat dalam semangat kebersamaan.

“Kehadiran seluruh komponen umat beragama dan berbagai etnis di sini mencerminkan keindahan Indonesia. Indonesia adalah rumah besar yang menaungi keberagaman etnis, agama, dan kepercayaan kita,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Menurutnya, partisipasi masyarakat lintas iman di Wonogiri menjadi bukti empiris bahwa keberagaman bukanlah sumber perpecahan, melainkan kekuatan utama dalam membangun bangsa. Momentum HAB ke-80 Kemenag ini, kata Menag, bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga perayaan atas kebersamaan dan persatuan nasional.

“Melalui momentum ini, kita tidak hanya merayakan perbedaan, tetapi sesungguhnya kita sedang merayakan kebersamaan dan keindonesiaan yang sejati,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Menag juga memaparkan capaian strategis nasional terkait kondisi kerukunan umat beragama. Ia mengungkapkan bahwa Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) tahun 2025 mencatatkan capaian terbaik sepanjang sejarah Indonesia.

“Kita patut bersyukur, Indeks Kerukunan Umat Beragama tahun 2025 tercatat sebagai yang terbaik sepanjang sejarah bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Capaian tersebut, lanjut Menag, merupakan hasil sinergi kuat antara aparatur Kementerian Agama, lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta kedewasaan masyarakat dalam merawat nilai-nilai toleransi. Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi tersebut pada 2026, melalui program penguatan moderasi beragama yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Menutup arahannya, Menteri Agama menyampaikan doa dan harapan agar Kabupaten Wonogiri terus berkembang sebagai daerah yang maju secara sosial dan ekonomi, dengan fondasi keagamaan yang kokoh.

“Mari bersama-sama kita wujudkan Wonogiri sebagai kota yang bersih, sejuk, sejahtera, dan yang terpenting, religius,” pungkasnya.

Di sela-sela rangkaian kegiatan HAB ke-80, sebagai bentuk komitmen Kementerian Agama dalam pemberdayaan ekonomi umat, turut diserahkan bantuan Zakat Produktif. Bantuan tersebut dialokasikan untuk pembangunan fasilitas sumur bor di Kampung Zakat guna penyediaan air bersih bagi masyarakat. Selain memenuhi kebutuhan dasar warga, fasilitas ini juga ditujukan untuk mendukung keberlangsungan UMKM dan irigasi lahan pertanian masyarakat setempat. Setiap bantuan disalurkan dengan nilai Rp30 juta

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Wonogiri, Direktur Jenderal Bimas Buddha, Staf Khusus Menteri Agama, serta Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah. Pelepasan peserta Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama ditandai secara simbolis dengan pengibaran bendera start oleh Menteri Agama, disambut antusias ribuan peserta yang memadati lokasi kegiatan.

Komentar