JAKARTA — Menjelang arus mudik Lebaran 1446 H, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Kementerian Agama telah mengeluarkan surat edaran yang menginstruksikan masjid-masjid di jalur mudik untuk menyediakan fasilitas istirahat yang nyaman bagi para musafir.
“Masjid dan musala ini bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai posko istirahat yang menyediakan fasilitas dasar bagi pemudik,” ujar Menag dalam wawancara eksklusif di Studio Garuda TV, Rabu (26/3/2025).
Antisipasi Lonjakan Pemudik hingga 152 Juta Orang
Menurut Menag, tahun ini jumlah pemudik diperkirakan mencapai 152 juta orang. Jika semua pemudik hanya bergantung pada rest area konvensional, maka kapasitas yang ada tentu tidak akan mencukupi.
“Dengan memanfaatkan masjid dan musala sebagai titik peristirahatan, pemudik bisa berhenti untuk beristirahat, menghilangkan rasa kantuk, serta menghindari kelelahan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan,” jelasnya.
Fasilitas dan Akses Masjid Jadi Fokus
Menag juga mengingatkan agar kebersihan toilet dan ketersediaan air bersih di masjid menjadi perhatian utama pengurus. Hal ini bertujuan agar para pemudik merasa lebih nyaman dan aman selama singgah.
“Petunjuk arah ke masjid-masjid ini pun dipasang di sepanjang jalur mudik, terutama bagi masjid yang berjarak sekitar 100 meter dari jalan raya. Ini untuk memudahkan pemudik dalam menemukan tempat beristirahat dan beribadah,” tambahnya.
Dampak Ekonomi Positif dari Tradisi Mudik
Lebih lanjut, Menag menyoroti dampak ekonomi yang besar dari tradisi mudik. Menurutnya, banyak pemudik yang menggunakan momentum pulang kampung untuk membangun atau merenovasi masjid, mushola, pesantren, serta rumah orang tua mereka.
“Dana yang beredar selama mudik bisa mencapai lebih dari 200 triliun rupiah, mengalir dari kota hingga ke pelosok desa, mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah,” ungkapnya.
Mudik Sebagai Transformasi Sosial
Menag menyebut, mudik bukan hanya sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga menjadi bagian penting dari transformasi sosial. Tradisi ini mempererat tali silaturahmi sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong dalam masyarakat.
“Selamat kepada para pemudik. Mari kita tanam amal jariah dengan membangun dan memperbaiki fasilitas di kampung halaman. Kecil bagi kita, tetapi sangat besar manfaatnya bagi masyarakat,” pesan Menag.
Komentar