Kepala Desa Tampumia, Syamsu Alam, ST, Pimpin Peringatan Isra Mi’raj 1445 H: Memperkuat Iman dan Kebersamaan di Era Modern

Daerah96 Dilihat

Luwu – Bupon – Kepala Desa Tampumia, Syamsu Alam, ST, memimpin peringatan Isra Mi’raj bersama warga Desa Tampumia di Mesjid At-Taqwa Dusun Tampumia. Acara tersebut diadakan sebagai bagian dari upaya memperkuat iman di era modern, dengan tema utama “Isra Mi’raj 1445 H: Memupuk Iman di Tengah Tantangan Zaman.”

Dalam penyampaiannya, Syamsu Alam menekankan pentingnya merayakan peristiwa Isra Mi’raj sebagai momen untuk meningkatkan keimanan dan memperkuat spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengajak warga Desa Tampumia untuk merenungkan makna dan hikmah dari peristiwa Isra Mi’raj, serta menerapkannya dalam kehidupan modern.

Mesjid At-Taqwa Dusun Tampumia dipenuhi dengan antusiasme warga yang hadir, baik dari kalangan muda maupun dewasa. Mereka mendengarkan dengan penuh perhatian setiap kata yang disampaikan oleh Kepala Desa, menciptakan atmosfer kebersamaan dan kekhusyukan selama acara.

Selain itu, dalam rangka memupuk semangat kebersamaan dan solidaritas di tengah masyarakat, dilakukan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Warga Desa Tampumia turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan amal, seperti penggalangan dana untuk kegiatan sosial dan pembangunan fasilitas umum.

Acara Isra Mi’raj ini juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antarwarga, menciptakan ikatan yang kuat di antara mereka. Melalui kegiatan seperti ini, Desa Tampumia berusaha membangun fondasi yang kokoh dalam mempertahankan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan, sejalan dengan semangat gotong-royong yang dijunjung tinggi.

Dengan mengambil momentum Isra Mi’raj 1445 H, Desa Tampumia berharap dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam menjaga keimanan dan kebersamaan di tengah arus modernisasi yang terus berkembang. Peringatan ini bukan hanya sebagai bentuk perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai langkah konkrit untuk menjaga dan memperkuat akar nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *