Iptu Ridwan Parintak Tegaskan Insiden di Lebang-Lappo Bukan Teror Gereja, Polisi Buru Pelaku

Daerah660 Dilihat

PALOPO – Peristiwa perkelahian antar pemuda yang berujung aksi saling lempar batu di Kelurahan Lebang-Lappo, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, mendapat perhatian serius dari Polres Palopo.

Insiden tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga, tetapi juga berdampak pada sebuah gereja yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Hingga kini, Satreskrim Polres Palopo masih terus melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi yang meresahkan masyarakat tersebut.

Kasat Reskrim Polres Palopo, Iptu Ridwan Parintak, menegaskan bahwa informasi yang berkembang mengenai adanya aksi teror terhadap gereja tidak sesuai dengan fakta hasil penyelidikan di lapangan.

Menurutnya, kejadian tersebut murni merupakan perkelahian antar kelompok pemuda yang berujung pada aksi saling lempar batu. Posisi gereja yang berada di sekitar lokasi peristiwa menyebabkan bangunan rumah ibadah tersebut turut terkena dampak.

“Kami sudah turun melakukan penyelidikan di lapangan. Yang perlu diluruskan adalah bahwa ini bukan teror terhadap gereja, melainkan perkelahian pemuda yang berujung pelemparan batu. Akibatnya, beberapa rumah warga terkena lemparan dan imbasnya juga sampai ke rumah ibadah karena posisi gereja berada di pinggir sungai yang diduga menjadi lokasi para pelaku saling melempar. Kasus ini masih kami selidiki dan menjadi atensi Bapak Kapolres Palopo,” ujar Ridwan Parintak, Senin (1/6/2026).

Polres Palopo menegaskan tidak akan mentolerir tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Jika para pelaku berhasil diamankan dan terbukti terlibat dalam aksi tersebut, proses hukum akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Apabila pelaku berhasil kami amankan dan terbukti melakukan perbuatan tersebut, maka akan kami proses sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Selain melakukan penyelidikan, kepolisian juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga situasi kamtibmas di lingkungan masing-masing. Warga yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut diminta segera melaporkannya kepada pihak kepolisian guna membantu proses pengungkapan kasus.

“Kami mohon bantuan dan dukungan masyarakat setempat untuk bersama-sama memberikan imbauan kepada warga agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban. Jika memiliki informasi terkait kejadian ini, segera sampaikan kepada pihak kepolisian,” tambah Ridwan.

Lebih lanjut, Kasat Reskrim menegaskan bahwa narasi yang mengaitkan insiden tersebut dengan isu teror terhadap gereja berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ia mengingatkan agar warga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Menurutnya, masyarakat Kelurahan Lebang dan Lappo selama ini hidup berdampingan dengan harmonis dan menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama.

“Kami berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar. Mari bergandengan tangan menjaga situasi tetap aman dan damai. Istilah teror gereja dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memprovokasi dan menggiring opini ke arah isu SARA. Sekali lagi kami tegaskan, peristiwa yang terjadi di Lebang dan Lappo adalah perkelahian antar pemuda yang berujung pelemparan batu, sehingga mengenai rumah warga dan gereja. Jadi ini bukan teror terhadap gereja,” pungkasnya.

Polres Palopo memastikan penyelidikan akan terus dilakukan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diungkap. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan masyarakat di Kota Palopo.

 

Komentar