Luwu Timur – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya literasi melalui pelaksanaan Festival Literasi 2026 yang digelar di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu Timur, Selasa (2/6/2026).
Mengusung tema “Generasi Pembaca, Generasi Juara”, festival ini akan berlangsung selama lima hari, mulai 2 hingga 6 Juni 2026. Kegiatan tersebut melibatkan peserta dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) sederajat sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur.
Festival Literasi 2026 dibuka oleh Bupati Luwu Timur yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setdakab Luwu Timur, Drs. Askar. Acara pembukaan turut dihadiri organisasi perangkat daerah (OPD), TP PKK Kabupaten, perwakilan kecamatan dan desa, serta para pegiat literasi di daerah tersebut.
Dalam sambutannya, Askar menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari gerakan bersama untuk membangun budaya membaca, belajar, dan berpikir di tengah masyarakat.
Menurutnya, penguatan budaya literasi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak dan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Penguatan budaya literasi tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Perlu keterlibatan seluruh elemen, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas, dunia usaha hingga organisasi masyarakat,” ujar Askar.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi perpustakaan menjadi ruang publik yang lebih inklusif dan multifungsi guna mendukung kebutuhan masyarakat di era modern.
“Perpustakaan tidak lagi hanya sebagai tempat menyimpan buku, tetapi harus menjadi pusat belajar, pusat informasi, pusat kreativitas, serta ruang kegiatan masyarakat yang nyaman, ramah anak, dan mudah diakses,” tambahnya.
Lebih lanjut, Askar menyebut Festival Literasi 2026 menjadi momentum strategis untuk menampilkan kreativitas, bakat, dan potensi generasi muda Luwu Timur sekaligus menumbuhkan minat baca sejak usia dini.
Ia pun memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar terus mencintai buku dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari.
“Buku adalah jendela dunia. Dengan membaca, kita memiliki wawasan luas, mimpi besar, dan masa depan yang lebih baik,” pesannya.
Melalui Festival Literasi 2026, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap dapat memperkuat ekosistem literasi yang berkelanjutan serta mencetak generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing untuk menghadapi tantangan masa depan.














Komentar