Bupati Luwu Terima Audiensi UIN Alauddin Makassar, KKN Mahasiswa Dijadwalkan Maret 2026

Daerah448 Dilihat

LUWU – Bupati Luwu, Patahudding, menerima audiensi Kepala Pusat Kajian Islam Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof. Supardin, dalam rangka membahas rencana pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UIN Alauddin Makassar di wilayah Kabupaten Luwu.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Luwu merespons positif rencana KKN dan menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Luwu untuk memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan mahasiswa. Dukungan tersebut mencakup koordinasi pemondokan dan posko KKN yang akan difasilitasi melalui kepala desa di bawah koordinasi Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi).

“Kami akan menyampaikan kepada Apdesi untuk mengoordinir penempatan pemondokan dan posko KKN. Apa yang menjadi kebutuhan peserta KKN, insya Allah akan kami support. Jika ada kendala, silakan disampaikan,” ujar Bupati Luwu.

Bupati Patahudding juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang terbuka antara pemerintah daerah dan pihak kampus selama pelaksanaan KKN. Ia berharap jumlah mahasiswa UIN Alauddin Makassar yang melaksanakan KKN di Kabupaten Luwu dapat ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang, khususnya untuk mendukung program pembangunan daerah di sektor keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Sementara itu, Prof. Supardin, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni UIN Alauddin Makassar, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Bupati Luwu menerima audiensi secara langsung. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menyukseskan program pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat.

“Rencana pemberangkatan mahasiswa KKN dijadwalkan pada Maret 2026, dengan agenda survei lokasi pada Februari 2026 untuk berkoordinasi dengan camat dan pemerintah desa,” ungkap Prof. Supardin.

Ia menjelaskan, mahasiswa UIN Alauddin Makassar direncanakan melaksanakan KKN selama 45 hari di sejumlah kecamatan, yakni Larompong, Larompong Selatan, Bajo Barat, dan Kamanre, dengan penyesuaian jumlah mahasiswa di setiap lokasi.

Selain itu, Prof. Supardin berharap pemerintah desa dapat menyiapkan pemondokan dan posko KKN secara jelas dan terkoordinasi agar mahasiswa dapat langsung menuju lokasi penugasan setelah proses penerimaan.

Audiensi tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bappelitbangda Kabupaten Luwu Moh. Arsal, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Luwu Ahyar Kasim, Pelaksana Tugas Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Luwu Imran, serta Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu.

Komentar