Bupati Luwu Patahudding Tekankan Peran Penyuluh di Rakor Percepatan Tanam Oplah dan LTT 2026

Daerah449 Dilihat

Luwu – Bupati Luwu, Patahudding, menekankan pentingnya penguatan peran penyuluh saat Rapat Koordinasi Percepatan Tanam Wilayah Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Luas Tambah Tanam (LTT) di Aula Rumah Jabatan Bupati Luwu, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu bersama Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Muhammad Taufiq Ratule, serta Kapoksi Kelembagaan dan Pemberdayaan Petani BPPSDM Kementerian Pertanian RI, Ahmad Dedy Syathori, dan para penyuluh pertanian se-Kabupaten Luwu.

Ahmad Dedy Syathori dalam sambutannya menyampaikan bahwa penarikan penyuluh ke pusat bukan untuk melemahkan program daerah, melainkan memperkuat sektor pertanian secara menyeluruh.

Dirjen Hortikultura, Muhammad Taufiq Ratule, menekankan pentingnya peran penyuluh dalam mencapai target luas tambah tanam setiap bulan. Ia menyebutkan capaian swasembada pangan merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Dengan beralih ke pusat, mestinya kinerja harus lebih bagus. Target kita minimal sama dengan April tahun lalu atau lebih,” ujarnya.

Bupati Luwu, Patahudding, dalam arahannya menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang harus terus didorong secara terencana dan berkelanjutan.

“Optimalisasi lahan dan percepatan luas tambah tanam merupakan langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan sinergi pemerintah daerah, TNI/Polri, penyuluh, dan petani, saya yakin target dapat tercapai,” kata Patahudding.

Bupati juga berharap Kementerian Pertanian dapat menambah jumlah penyuluh pertanian di Luwu. Saat ini terdapat 132 penyuluh yang menangani 207 desa dan 20 kelurahan, sehingga belum memenuhi kebutuhan ideal satu desa satu penyuluh.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama para penyuluh pertanian yang dipandu Plt. Kepala Dinas Pertanian, Islamuddin.

Komentar