LUWU TIMUR – Sebanyak enam pejabat eselon II Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IV yang diselenggarakan oleh Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Kepala Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN Jakarta, Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo, di Aula Hasanuddin, Kantor Pusjar SKMP LAN, Antang, Kota Makassar, Senin (30/3/2026).
PKN Tingkat II ini diikuti oleh 70 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk enam pejabat dari Kabupaten Luwu Timur.
Adapun keenam pejabat yang mengikuti pelatihan tersebut yakni Muhammad Yusri selaku Kepala Badan Pendapatan Daerah, Subhang sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Awaluddin Anwar sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Agus Thobrani sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Umar Hasan Dalle sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta Raoda K sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Dalam sambutannya, Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo menegaskan bahwa PKN Tingkat II merupakan program strategis dalam menyiapkan aparatur sipil negara yang memiliki kompetensi kepemimpinan visioner, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi serta kolaborasi dalam menghadapi dinamika pemerintahan dan tantangan pembangunan ke depan.
“PKN Tingkat II merupakan program pengembangan kompetensi bagi pejabat eselon II untuk mencetak pemimpin birokrasi yang transformatif, inovatif, dan berintegritas,” ujarnya.
Proses pembelajaran dalam pelatihan ini dilakukan melalui metode blended learning, yang mengombinasikan e-learning, pembelajaran klasikal, hingga studi lapangan. Setiap peserta juga diwajibkan menghasilkan proyek perubahan sebagai bentuk implementasi nyata dari materi yang diperoleh.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Luwu Timur, Muhammad Yusri, yang mewakili peserta dari Luwu Timur, menyampaikan komitmennya untuk mengikuti pelatihan secara maksimal.
“PKN Tingkat II merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi kami untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memperluas wawasan, serta memperkuat kemampuan dalam merumuskan kebijakan yang inovatif,” tuturnya.
Ia berharap, melalui pelatihan tersebut, akan lahir berbagai inovasi yang mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus mempercepat pembangunan di Kabupaten Luwu Timur.
“Kami berharap, melalui pelatihan ini, lahir inovasi-inovasi yang mampu mendorong peningkatan pelayanan publik dan akselerasi pembangunan di Kabupaten Luwu Timur,” pungkasnya.















Komentar